Minggu, 16 Desember 2012

Partikel Tuhan

Tags

Peter Higgs, fisikawan Inggris pencetus teori partikel Higgs, turut hadir dalam seminar dan konferensi ilmiah tentang penemuan Higss boson di laboratorium CERN di Jenewa, Rabu 4 Juli 2012. Pria yang kini telah berusia 83 tahun itu sangat senang karena bisa menyaksikan penemuan yang membuktikan teorinya.
"Penemuan ini benar-benar suatu hal yang luar biasa yang terjadi dalam hidup saya," kata Higgs kepada wartawan. Peter Ware Higgs adalah ilmuwan yang pertama kali mengemukakan teori keberadaan partikel Higgs, atau dikenal sebagai partikel Tuhan, pada 1964.

Fisikawan kelahiran Inggris, 29 Mei 1929 duduk di deretan paling depan dalam seminar dan konperensi pers di CERN. Pria yang seluruh rambutnya sudah memutih ini masih terlihat antusias dan menyimak dengan seksama paparan ilmiah yang disampaikan ilmuwan CERN.

Bahkan Higgs sempat dua kali diminta wartawan untuk memberikan tanggapan tentang penemuan CERN yang cukup menghebohkan ini. "Saya tidak dalam kapasitas menjawab pertanyaan. Tapi yang pasti saya sangat senang dengan pencapaian ini," kata Higgs menjawab wartawan dengan suara terbata-bata.

Dalam teorinya, profesor emeritus dalam bidang fisika teori di Universitas Edinburgh ini menyatakan Higgs merupakan partikel terakhir yang belum ditemukan melalui Model Standar, yakni teori fisika partikel yang dianut hampir seluruh fisikawan. Penemuan partikel Higgs disebut-sebut dapat menjawab teka-teki asal usul alam semesta.

Bukti keberadaan partikel Higgs diperoleh dari pemukul atom terbesar di dunia, Large Hadron Collider, di Swiss. Para peneliti CERN pada Desember tahun lalu mengklaim pernah melihat sebuah partikel dengan berat sekitar 125 kali massa proton, dan sejak itu meyakininya sebagai partikel Higgs.

"Sebagai orang awam saya akan mengatakan, 'Kami memilikinya'," kata Direktur Jenderal CERN Rolf Heuer dalam konferensi pers. "Tapi sebagai ilmuwan saya harus mengatakan, 'Apa yang kami miliki? Kami telah menemukan boson dan sekarang harus mengetahui apa jenis boson itu'."

Heuer mendapat gempuran pertanyaan dari wartawan dalam konferensi pers selama hampir satu jam. Berbagai pertanyaan mendasar terlontar dari mulut para juru warta yang datang dari beberapa negara, seperti, "Apakah itu benar-benar Higgs boson?", "Berapa persen anda yakin itu Higgs boson?", "Apa pengaruh penemuan Higgs boson bagi kehidupan manusia?"

Untuk pertanyaan terakhir, misalnya, Heuer menjawab singkat. "Jika partikel ini tidak ada, maka anda tidak akan ada di ruangan ini," kata dia. Jawaban Heuer langsung disambut gelak tawa dari para wartawan.
sumber klik disini

Jumat, 14 Desember 2012

PSSI Harus Benahi Diri

Tags
FIFA dinilai telah memberikan pesan tak tersirat dalam putusannya yang tidak memberikan sanksi kepada Indonesia. Untuk itu PSSI diminta segera membentuk satu federasi yang solid.

Meski belum ada keputusan resmi, FIFA diklaim tidak akan memberikan hukuman atas polemik yang terjadi di persepakbolaan tanah air.

Keputusan itu diambil oleh badan sepakbola sejagat itu setelah bertemu dengan delegasi PSSI, Jumat (14/12/2012), saat menggelar sidang Komite Eksekutif di Tokyo.

Dengan hasil keputusan itu FIFA secara tidak langsung mengakui delegasi PSSI yang hadir di ibukota Jepang itu sebagai federasi resmi yang berada di bawah naungan mereka.

Menanggapi hal itu, pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni menyebutkan bahwa PSSI harus bisa segera menyelesaikan masalahnya sendiri dengan membentuk federasi yang kuat.

"Di balik keputusannya, sebenarnya FIFA memegang teguh komitmen untuk mewujudkan federasi yang independen. Semua harus memahami keinginan mereka yang tidak ingin ada campur tangan pihak ketiga (pemerintah) dalam penyelesaian masalah ini," terang Bung Kus -- sapaan akrab Kusnaeni -- saat dihubungi oleh detikSport, Jumat sore.

"PSSI harus segera membenahi diri. Bisa menyelesaikan masalahnya sendiri sesuai dengan statuta. Bagi pemerintah, sebaiknya juga jangan terlalu dalam campur tangan dalam urusan ini. Apalagi sampai harus membentuk federasi baru."

Yang tak kalah penting di mata pria yang kerap tampil di televisi sebagai komentator pertandingan sepakbola tersebut adalah, pihak-pihak yang selama ini bertikai segera mengakhiri pertempurannya, apabila memang sama-sama ingin memajukan sepakbola di tanah air.

"Untuk itu PSSI-KPSI sebaiknya bisa segera bersatu untuk membangun satu federasi yang solid," tukasnya.

sumber klik disini

Followers